BPPK Srumbung

BPPK Srumbung Jln Exs SMP Bapendik Desa Jeruk Agung Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang 56483, email: bppksrumbung@gmail.com

BPP Model



Beberapa alasan penting Agribisnis adalah meningkatkan kesempatan kerja, dan kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, dan aktivitas perekonomian dan serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
Oleh karena itu pembangunan pertanian yang dilaksanakan perlu difokuskan untuk mengurangi kemiskinan penduduk di pedesaan antara lain dengan meningkatkan produktivitasnya agar pendapatan petani meningkat.
Produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian masih rendah sehingga diperlukan upaya-upaya khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya  tersebut meliputi :   
a.      Peningkatan penguasaan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi pertanaian.
b.     Penguasaan kualitas keterampilan disertai pembinaan semangat kerja, disiplin dan tanggung jawab.
Rendahnya produktivitas disebabkan antara lain karena tingkat pendidikannya rendah, sehingga untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pendidikan yang cocok bagi para petani bukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi melalui jalur pendidikan non formal yang bersifat kemitraan, pemecahan masalah dikelompok, keputusan bersama dengan anggota kelompok, belajar lewat pengalaman, melakukan, menyalami, dan menemukan sendiri, teori dan praktek dilapangan, Sarana belajar ada dilapangan dan/usaha tani, kurikulum rinci dan terpadu serta belajar selama satu siklus usaha. Bentuk pendidikan ini adalah Kaji Terap.
Berbagai metode penyuluhan pertanian yang telah dikembangkan oleh Institusi penyuluhan pertanian di Indonesia sejak ”tempo doeloe” sampai sekarang merupakan khazanah pengetahuan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Untuk itu perlu dibahas berbagai metode penyuluhan pertanian yang pernah diterapkan di Indonesia hingga kini sebagai bahan acuan bagi para penyuluh pertanian, pengelola penyuluhan pertanian dan para peneliti serta pihak terkait yang menaruh minat pada perkembangan dan pengembangan penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan pertanian yang banyak digunakan dalam penyuluhan pertanian di masa lalu, lebih banyak memperankan penyuluhnya dibanding dengan para petani beserta keluarganya. Maka sejalan dengan Era Otonomi Daerah, maka metode penyuluhan pertanian yang digunakan hendaknya lebih banyak memperankan petani beserta keluarganya sedang para penyuluh pertanian secara berangsur menjadi fasilitator atau hanya sebagai narasumber.
            Metode demonstrasi  sering kali dipandang sebagai metode yang paling efektif , karena metode seperti ini sesuai dengan kata pepatah “ seeing is believing”    yang dapat diartikan sebagai “dengan melihat, kita menjadi  percaya” atau percaya karena melihat. Artinya didalam kegiatan penyuluhan, kepada sasaran penyuluhan perlu ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, yang dapat dengan mata  kepala mereka sendiri , agar mereka mempercayai segala sesuatu yang disuluhkan. Bila mereka sudah percaya mereka lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya.
Oleh sebab itu, metode demonstrasi hampir selalu diterapkan oleh setiap penyuluh, meskipun sebenarnya metode ini lebih tepat diterapkan setidak – tidaknya  pada tahapan “minat” dan “menilai”, karena memerlukan biaya yang relative mahal.
Demonstrasi adalah suatu bentuk metode penyuluhan pertanian yang memperlihatkan cara dan hasil penerapan teknologi baru.  Selain itu, demonstrasi merupakan salah satu media penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan.   Sebagai salah satu media penyuluhan pertanian, demonstrasi sangat populer di kalangan petani terutama karena proses kegiatannya dapat langsung dilihat secara nyata di lapangan.              

A.      Tujuan
      Tujuan dari Kegiatan Pertemuan Kaji Terap di BP Model ini adalah:
·         Menyusun Materi kaji terap yang akan diimplementasikan di lapangan
·         Menyusun Materi penyuluhan pertanian yang diberikan actual, factual dan dibutuhkan oleh petani
·         Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh maupun petani
B.      Sasaran
     Sasaran dari Pelatihan ini adalah Pelaku Utama yang berada di lokasi BPP Model Kecamatan Srumbung, sehingga dapat tersusunnya materi penyuluhan yang benar-benar berisi kebutuhan petani dan dapat diterapkan untuk pengembangan pertanian.

C.      Output Hasil Kegiatan
Tersusunnya materi Kaji Terap yang dapat diimplementasikan dilapangan di lokasi BP Model Kecamatan Srumbung.



 KEGIATAN PENDAMPINGAN PENYULUH

Kegiatan pendampingan penyuluh BPPK Kecamatan Srumbung meliputi :
1.   Pertemuan rutin kelompok
Pertemuan rutin dari masing-masing kelompok binaan berbeda-beda waktunya, yang pasti pertemuan rutin kelompok diadakan setiap selapanan sekali (45 hari). Namun apabila ada keperluan/kepentingan yang mendesak pertemuan dilakukan sewaktu-waktu.
2.  Pendampingan Program
Di BPPK Kecamatan Srumbung sampai Tahun 2012 ini sudah ada beberapa program yang masuk di desa guna mendukung kegiatan penyuluhan, antara lain :
1)  Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Erupsi Merapi
Erupsi merapi pada bulan oktober tahun 2010 telah menimbulkan kerusakan yang luar biasa baik infrastruktur maupun kegiatan di sektor pertanian baik tanaman salak maupun tanaman yang lain.
Pada tahapan pemulihan tanaman salak dan tanaman yang lain pemerintah pada tahun 2011 meluncurkan program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca erupsi yang dimulai dengan kegiatan pemangkasan salak seluas 1.628 Ha dengan sistem padat karya, kemudian 39 kelompok tani mendapat bantuan bibit dan pupuk, pada tahun 2012 program yang sama diberikan untuk 60 kelompok tani, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan tanaman salak.
2) Program Pengembangan Kawasan Hortikultura dan Peningkatan Produksi Produktivitas serta Mutu Buah Salak (GAP/SOP Salak)
Program Pengembangan Kawasan Hortikultura dan Peningkatan Produksi Produktivitas serta Mutu Buah Salak pertama kali masuk di Kecamatan Srumbung pada Tahun 2009 tepatnya di Desa Kaliurang, Sudimoro, Kradenan dan Nglumut dengan kegiatan pembinaan kelompok tani Maupun Gapoktan dalam budidaya tanaman salak yang mengacu pada GAP/SOP. Selanjutnya pada tahun 2010 – 2012 setidaknya ada 42 kelompok tani mendapatkan  program yang sama dalam rangka untuk menuju registrasi kebun, sertifikasi produk prima yang pada akhirnya dapat menambah nilai eksport buah salak.
3) Program CF-SKR Salak Pemulihan Tanaman Pasca Erupsi Merapi
Kegiatan CF-SKR Pemulihan Tanaman di Kecamatan Srumbung pada tahun 2012 berada di Desa Kaliurang, Desa Kemiren, dan Desa Nglumut seluas 100 ha untuk 3 kelompok tani . Pada tahun 2013 kegiatan yang sama dengan luas 350 Ha tersebar di 10 desa, sebanyak 14 kelompok tani  sebagi pelaksana kegiatan.
4) SL PTT Padi dan Jagung
Dari Tahun 2008, Kecamatan Srumbung secara berturut-turut telah mendapatkan program SL-PTT Padi. Untuk Tahun 2012 sendiri, ada 13 kelompok tani yang mendapatkan program SL-PTT Padi, 2 SL PTT Jagung dan 1 kelompok program penambahan IP padi serta 1 kelompok tani sebagi pelaksana demplot padi organik,
5) PUAP
Tabel 8. Daftar Desa Penerima PUAP di Kecamatan Srumbung
No.
Nama Gapoktan
Desa
Tahun Penerimaan
1.
MANUNGGAL JAYA
BANYUADEM
2008
2
BANJAR AGUNG
JERUK AGUNG
2008
3
NGUDI LUHUR
KALIURANG
2009
4
NGUDI MULYO
KRADENAN
2009
5
MADUREJO
SUDIMORO
2009
6
RANDU MAKMUR
TEGALRANDU
2009
7
PUCANG MAKMUR
PUCANGANOM
2010
8
NGUDI MAKMUR
SRUMBUNG
2010
9
TANI MANUGGAL
BRINGIN
2011
Sumber : BPPK Kecamatan Srumbung, 2012
6) Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Peternakan Pasca Erupsi Merapi
Pada tahun 2012 pemerintah meluncurkan program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Peternakan. Bantuan tersebut berupa bibit domba untuk program pembibitan tiap kelompok mendapat 25 ekor betina dan 2 jantan. Program ini dilaksankan oleh 9 kelompok tani ternak.
7) Program PUMP (Pengembangan Usaha Mina Pedesaan)
Kegiatan PUMP pada tahun 2011 di Kecamatan Srumbung berada di 3 desa, antara lain : Desa Sudimoro, Desa Pucanganom, dan Desa Jerukagung,
8) Program KBR (Kebun bibit Rakyat)
KBR  di Kecamatan Srumbung terdapat di  4 Desa  yaitu    Desa Kaliurang, Desa Ngablak, Desa, Desa Kemiren, DesaTegalrandu dengan jumlah bibit sebanyak 400.000 terdiri dari Bibit sengon 200.000, Bambu 60.000 suren 30.000 jabon 10.000 batang

B.   Pendampingan Kerjasama dengan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.
Pendampingan kerjasama ini dilaksankan oleh BPPK Kec. Srumbung yang di laksanakan pada tahun 2010 di Desa Srumbung Kec. Srumbung, kelompok tani pelaksana sejumlah 1 kelompok ternak dengan Program KWD Pelatihan Ternak Kambing Unggulan.

C.   Pendampingan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swata
1.      Universitas Pembangunan Nasional
2.     Universitas Gadjah Mada
3.     STPP Negeri Magelang
4.     UMM, UMS dan Singapore Polyteknik

1 komentar :